FENOMENA KESENJANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA ANTARA : KOTA DAN DESA
Main Article Content
Abstract
Kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Indonesia masih menjadi persoalan struktural yang memengaruhi kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab ketimpangan tersebut, meliputi disparitas fasilitas pendidikan, kualitas guru, kondisi ekonomi keluarga, serta akses terhadap teknologi dan pendidikan tinggi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur (library research), penelitian ini menghimpun dan menelaah berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, dokumen kebijakan, serta laporan resmi nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa sekolah di pedesaan menghadapi keterbatasan infrastruktur, rendahnya kualifikasi tenaga pendidik, minimnya akses digital, serta tekanan ekonomi keluarga yang berdampak pada tingginya angka putus sekolah. Sebaliknya, sekolah di perkotaan memperoleh dukungan fasilitas modern, kompetensi guru yang lebih baik, dan lingkungan sosial yang kondusif bagi perkembangan akademik siswa. Data BPS dan PISA mengonfirmasi bahwa perbedaan capaian belajar antara kota dan desa masih signifikan. Kesenjangan pendidikan bukan hanya persoalan geografis, tetapi merupakan refleksi ketidakmerataan investasi pendidikan dan kebijakan yang belum sepenuhnya adaptif terhadap kondisi lokal. Oleh karena itu, strategi pemerataan yang komprehensif meliputi peningkatan infrastruktur, distribusi guru profesional yang berkeadilan, perluasan akses digital, dan dukungan ekonomi bagi keluarga miskin sangat diperlukan untuk mewujudkan pemerataan pendidikan di Indonesia.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors published in this journal agree to the following terms:
1. The copyright of each article is retained by the author (s).
2. The author grants the journal the first publication rights with the work simultaneously licensed under
the Creative Commons Attribution License, allowing others to share the work with an acknowledgment of
authorship and the initial publication in this journal.
3. Authors may enter into separate additional contractual agreements for the non-exclusive distribution
of published journal versions of the work (for example, posting them to institutional repositories or
publishing them in a book), with acknowledgment of their initial publication in this journal.
4. Authors are permitted and encouraged to post their work online (For example in the Institutional
Repository or on their website) before and during the submission process, as this can lead to productive
exchanges, as well as earlier and larger citations of published work.
5. Articles and all related material published are distributed under a Creative Commons Attribution
ShareAlike 4.0 International License.
License
![]()
Jurnal Lentera Edukasi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
You are free to :
Share — copy and redistribute the material in any medium or format
Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
Under the following terms :
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes
were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor
endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions
under the same license as the original
No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally
restrict others from doing anything the license permits
References
Apriliansyah, F., Ahmad, M., & Rochimah, H. (2025). Analisis Kesenjangan Pembiayaan Pendidikan Di Indonesia : Studi Literatur Terhadap Perbedaan Akses Dan Kualitas Antara Sekolah Negeri Dan. Jurnal Manajemen Pendidikan, 10(2), 753–758.
Collins, S. P., Storrow, A., Liu, D., Jenkins, C. A., Miller, K. F., Kampe, C., & Butler, J. (2021). No Title 済無No Title No Title No Title. 2(3), 167–186.
Fitriana, A. Q. Z., Shahmanda, S., & Salamah, L. (2025). Keterbatasan Finansial Keluarga Yang Berdampak Kepada Pendidikan Anak. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling, 3(1), 74–78.
Iv, B. A. B., Mengenai, P., Dan, H. A. K., Warga, K., Tua, O., & Pemerintah, D. A. N. (2020). Analisis undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional mencakup bab iv pasal 5 mengenai hak dan kewajiban warga negara, orang tua dan pemerintah. 2020(01), 82–89.
Khusaini Khusaini, & Muvera Muvera. (2020). Prestasi Belajar dan Karakteristik Orang Tua: Studi Perbandingan Sekolah Menengah Atas Perkotaan-Pedesaan. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha , 12(2), 296–310.
Nurul Afifah, A., Ar, R., & Muhammad, Y. (2024). Peran Ekonomi Keluarga Dalam Membentuk Pendidikan Anak. Al Amiyah: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(1), 13–22. https://miftahul-ulum.or.id/ojs/index.php/alamiyah
Perdana, F. H., Nurfadilla, M. K., Dien, M. W. D., Lismaya, S. S., & ... (2023). Tantangan Finansial sebagai Salah Satu Penghambat Tercapainya Tujuan Pendidikan. Academia.Edu. https://www.academia.edu/download/108902764/Tantangan_Finansial_sebagai_Salah_Satu_Penghambat_Tercapainya_Tujuan_Pendidikan.pdf
Raynal, I. (n.d.). Pendidikan Ke Tingkat Sma / Smk Di Daerah.
Rohmah Susiani, I., & Diny Abadiah, N. (2021). Kualitas Guru Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Indonesia. Modeling: Jurnal Program Studi PGMI, 8(2), 292–298.
Selviana, M., Syahputra, I. R., Mawaddah, A., Rafly, M., Ramadhan, S., Asahan, U., & Sumatera, A. (2024). No Title. 3, 44–51. DOI: https://doi.org/10.51178/mjol.v3i2.2004
Wahidmurni. (2025). Ketimpangan Kualitas Pendidikan Antara Sekolah Di Perkotaan Dan Di Pedesaan. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 1(November), 2588–2593.