Pendampingan Pelatihan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Dan Pengembangan Higher Order Thinking Skills (Hots) Pada Pembelajaran Mendalam Bagi Guru Di Kabupaten Lamongan
DOI:
https://doi.org/10.70305/jmdm.v2i2.217Keywords:
Tes Kemampuan Akademik, HOTS, pembelajaran mendalam, guru, pengabdian masyarakat.Abstract
Peningkatan mutu pendidikan memerlukan penguatan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran dan asesmen yang sesuai dengan kebutuhan abad ke-21. Salah satu kebijakan terbaru pemerintah adalah implementasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menekankan kemampuan akademik peserta didik melalui penguatan literasi, numerasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Implementasi TKA memerlukan kesiapan guru dalam mengembangkan instrumen asesmen berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan pembelajaran mendalam (deep learning). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru mengenai TKA, HOTS, dan pembelajaran mendalam. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 24 November sampai 03 Desember 2025 dengan melibatkan guru dari 27 kecamatan di Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, workshop, praktik penyusunan soal HOTS, pendampingan perangkat pembelajaran, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai karakteristik TKA, kemampuan menyusun instrumen asesmen berbasis HOTS, serta keterampilan mengembangkan pembelajaran mendalam yang berpusat pada peserta didik. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan modul pelatihan, perangkat pembelajaran, bank soal HOTS, dan jejaring kolaborasi antar guru. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendukung implementasi kebijakan pendidikan nasional dan peningkatan kualitas pembelajaran di Kabupaten Lamongan.
References
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom's Taxonomy of Educational Objectives. New York: Longman.
Brookhart, S. M. (2010). How to Assess Higher-Order Thinking Skills in Your Classroom. Alexandria, VA: ASCD.
Desimone, L. M. (2009). Improving impact studies of teachers' professional development. Educational Researcher, 38(3), 181–199. DOI: https://doi.org/10.3102/0013189X08331140
Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, J. (2018). Deep Learning: Engage the World Change the World. Thousand Oaks, CA: Corwin. DOI: https://doi.org/10.4135/9781506368603
Guskey, T. R. (2002). Professional development and teacher change. Teachers and Teaching, 8(3), 381–391. DOI: https://doi.org/10.1080/135406002100000512
Helmawati. (2019). Pembelajaran dan Penilaian Berbasis HOTS: Higher Order Thinking Skills. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Heong, Y. M., Othman, W. D., Yunos, J. M., Kiong, T. T., Hassan, R., & Mohamad, M. M. (2011). The level of Marzano higher order thinking skills among technical education students. International Journal of Social Science and Humanity, 1(2), 121–125. DOI: https://doi.org/10.7763/IJSSH.2011.V1.20
King, F. J., Goodson, L., & Rohani, F. (2013). Higher Order Thinking Skills: Definition, Teaching Strategies and Assessment. Tallahassee: Center for Advancement of Learning and Assessment.
Mulyasa, H.E. (2013). Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya
OECD. (2019). Future of Education and Skills 2030. Paris: OECD Publishing.
Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik.
UNESCO. (2021). Reimagining Our Futures Together: A New Social Contract for Education. Paris: UNESCO.
Widana, I. W. (2017). Modul Penyusunan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS). Jakarta: Direktorat Pembinaan SMA. DOI: https://doi.org/10.21009/JISAE.031.04
Zohar, A., & Dori, Y. J. (2003). Higher order thinking skills and low-achieving students: Are they mutually exclusive? Journal of the Learning Sciences, 12(2), 145–181. DOI: https://doi.org/10.1207/S15327809JLS1202_1
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Mitra Dedikasi Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
