ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA SARKASME DI LINGKUNGAN MAHASISWA
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini memiliki tujuan yaitu agar dapat mengetahui penyebab terjadinya penggunaan bahasa sarkasme di dalam lingkungan perkuliahan mahasiswa. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Masalah mendasar yang menyebabkan penelitian ini dilakukan adalah bahasa sarkasme yang memiliki banyak arti saat digunakan bisa dalam ke sifat negatif, mengkritik, bentuk dari percakapan humor,dan bisa juga di anggap sebagai bentuk ketidak satuannya bahasa Indonesia yang sebenarnya, karena bahasa sarkasme ini dapat dinilai keterkaitannya dengan sistem nilai yang dapat menilai bahasa sarkasme pantas ataukah tidak untuk digunakan dalam lingkungan perkuliahan mahasiswa. Sedangkan masyarakat selalu menilai kepantasan suatu kata yang di cap sebagai kata yang buruk agar tidak digunakan di lingkungan masyarakat. Bahasa sarkasme yang sering digunakan oleh mahasiswa UNARS adalah setan,babi,anjing,monyet,mata,telinga,mulut,tai,tolol, dan gila. terjadinya penggunaan bahasa sarkasme di lingkungan perkuliahan mahasiswa disebabkan oleh adanya beberapa faktor. Berikut faktor yang mempengaruhi terjadinya penggunaan bahasa sarkasme dilingkungan perkuliahan mahasiswa yaitu sedang marah, emosi yang tidak stabil, bercanda sesama teman, kecewa dengan hal yang terjadi, serta terdapat faktor lingkungan dan faktor sosial yang dapat mempengaruhi penggunaan bahasa sarkasme dilingkungan perkuliahan mahasiswa. Dalam lingkungan masyarakat kecenderungan dalam penggunaan bahasa sarkasme terjadi pada anak- anak muda jaman sekarang, selain itu terjadinya penggunaan bahasa sarkasme ini menjadi pertanda bahwa dalam masyarakat indonesia adalah sebagai bangsa bagian timur yang selalu identik dengan kesatuannya serta lingkungan berbudaya nya yang tinggi sedang mengalami pemudaran akibat penggunaan bahasa sarkasme. Agar hal ini tidak terjadi, maka jangan membiarkan generasi muda dirusak oleh diri mereka sendiri yang menggunakan bahasa sarkasme, selain itu juga dapat merusak pembentukan karakter generasi muda yang telah menjadi harapan bangsa sampai saat ini.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors published in this journal agree to the following terms:
1. The copyright of each article is retained by the author (s).
2. The author grants the journal the first publication rights with the work simultaneously licensed under
the Creative Commons Attribution License, allowing others to share the work with an acknowledgment of
authorship and the initial publication in this journal.
3. Authors may enter into separate additional contractual agreements for the non-exclusive distribution
of published journal versions of the work (for example, posting them to institutional repositories or
publishing them in a book), with acknowledgment of their initial publication in this journal.
4. Authors are permitted and encouraged to post their work online (For example in the Institutional
Repository or on their website) before and during the submission process, as this can lead to productive
exchanges, as well as earlier and larger citations of published work.
5. Articles and all related material published are distributed under a Creative Commons Attribution
ShareAlike 4.0 International License.
License
![]()
Jurnal Lentera Edukasi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
You are free to :
Share — copy and redistribute the material in any medium or format
Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
Under the following terms :
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes
were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor
endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions
under the same license as the original
No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally
restrict others from doing anything the license permits